Resident Evil Requiem, sekuel utama terkini dari waralaba Resident Evil, menghadirkan fitur inovatif: player dapat memilih atau berpindah antara sudut pandang orang pertama (first-person) dan orang ketiga (third-person) sesuai kenyamanan menikmati horor. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap sebagian penggemar yang merasa perspektif orang pertama terlalu intens hingga mengurangi kenyamanan bermain.
Dalam wawancara dengan Famitsu, produser Masato Kumazawa dan sutradara Kōshi Nakanishi menjelaskan alasan di balik hadirnya dua perspektif dalam Resident Evil Requiem. Seri Resident Evil sejak awal dikenal dengan gaya horor kamera orang ketiga, namun keberhasilan Resident Evil 7: Biohazard dan Village membuktikan bahwa sudut pandang orang pertama mampu menghadirkan teror dengan cara berbeda. Meski demikian, Capcom menemukan bahwa sebagian penggemar lama enggan melanjutkan seri terbaru karena perubahan sudut pandang. Oleh karena itu, tim pengembang memutuskan untuk menghadirkan opsi keduanya agar lebih banyak pemain bisa menikmatinya.
Nakanishi menegaskan bahwa sistem perspektif ganda bukan hanya strategi untuk menarik audiens baru, tetapi juga cara memberikan pilihan bagi pemain yang merasa kamera orang pertama terlalu intens.
“Perspektif orang pertama memang menakutkan, jadi dengan orang ketiga, kami berharap bisa sedikit meredakan rasa takut itu,” jelasnya.
Walau begitu, Capcom tidak sekadar mengganti sudut kamera. Setiap perspektif mendapatkan animasi yang dibuat khusus agar tetap terasa otentik. Sebagai contoh, saat menggunakan kamera orang ketiga, karakter utama Grace Ashcroft dapat tersandung dan terjatuh ketika melarikan diri dari monster—animasi yang tidak muncul di mode orang pertama. Nakanishi menambahkan bahwa berbagai gerakan tambahan juga disesuaikan dengan situasi, sehingga pemain bisa menemukan pengalaman baru ketika mencoba sebuah adegan dari perspektif berbeda.
Capcom Tidak Menganggap RE7, RE8, dan RE9 Bagian dari Trilogi
Dilansir dari Games Informer, Dalam gelaran Gamescom 2025, Capcom memperjelas bahwa Resident Evil 7: Biohazard, Resident Evil Village (8), dan Resident Evil Requiem (9) tidak dianggap sebagai bagian dari sebuah trilogi oleh tim pengembang Capcom. Sutradara Resident Evil Requiem, Kōshi Nakanishi, menegaskan bahwa meskipun ada kesinambungan narasi—khususnya melalui duet tokoh Ethan (RE7/8) dan Grace Ashcroft (RE9)—judul kesembilan lebih dimaknai sebagai pengembangan yang kembali ke jalur utama seri, bukan kelanjutan langsung dari dua judul sebelumnya.

“Kami sebenarnya tidak menganggap Resident Evil 7: Biohazard, Resident Evil Village (8), dan Resident Evil Requiem (9) sebagai trilogi. 7 dan 8 lebih tepat disebut sebagai duologi. Kisah Ethan memang berakhir di Village. Requiem adalah judul utama kesembilan, tetapi ini kembali ke jalur utama seri, untuk mendorong cerita maju. Dalam pengertian itu, saya tidak berpikir tema keluarga adalah tema utama di Requiem. Ini merupakan bagian dari ceritanya, namun tidak ditekankan seperti dua seri utama sebelumnya. Motivasi Grace memang termasuk mencari tahu apa yang terjadi pada ibunya, tetapi itu bukan tema keseluruhan permainan.”
Menurut Nakanishi, RE7 dan RE8 memang memiliki hubungan cerita yang erat, sehingga lebih tepat dipandang sebagai sebuah duologi. Cerita Ethan Winters—protagonis utama dalam dua judul sebelumnya—memang mencapai klimaksnya di Village, sehingga Requiem hadir sebagai materi baru yang membawa narasi ke arah berbeda.
Dengan demikian, fokus tematik Resident Evil Requiem tidak lagi berkutat pada isu keluarga seperti di dua entri sebelumnya. Meskipun latar belakang Grace mengetahui kebenaran dari insiden yang menimpa ibunya menjadi motivasi utama, tema tersebut bukanlah inti dari narasi game.
Resident Evil Requiem—Tajam Hingga Terasa “Paling Ekstrem” di Seri, Ungkap Sutradara

Dalam wawancara yang disorot oleh Eurogamer, sutradara Resident Evil Requiem, Kōshi Nakanishi, menjelaskan bahwa game ini menghadirkan pengalaman horor paling ekstrem dalam sejarah waralaba—khususnya melalui jarak yang luar biasa antara momen tanpa pertahanan dan saat protagonis akhirnya kuat.
Nakanishi menjelaskan bahwa Requiem menghadirkan kurva ketegangan-kelegaan (‘tension to release’) paling dramatis sejauh ini. Momen-momen penuh ketakutan diimbangi dengan tahap di mana pemain merasakan kendali kembali—dan kontras antara keduanya sangat terasa. Menurutnya, perbedaan sensasi ini adalah yang paling ekstrem sepanjang seri Resident Evil.
Dalam laporan lain, melalui GameSpot mencatat bahwa Grace Ashcroft—protagonis baru—memulai kisahnya dalam keterpurukan total, tak bisa melawan dan diliputi ketakutan, namun bertransformasi menjadi karakter tangguh seiring berjalannya narasi.
Resident Evil Requiem akan resmi dirilis pada 27 Februari 2026 dan tersedia di platform PlayStation 5, Xbox Series X/S, serta PC (Windows/Steam).
Tentang Resident Evil Requiem


Resident Evil Requiem adalah entri terbaru dalam seri horor legendaris Capcom yang menghadirkan inovasi besar melalui sistem perspektif ganda, memungkinkan pemain bebas memilih antara sudut pandang orang pertama maupun orang ketiga. Keputusan ini diambil setelah Capcom menyadari bahwa meski Resident Evil 7 dan Village sukses menghadirkan teror lewat kamera orang pertama, banyak penggemar lama yang tetap lebih nyaman dengan gaya klasik orang ketiga.
Selain memperluas jangkauan audiens, fitur ini juga memberi fleksibilitas bagi pemain: mereka yang merasa pengalaman orang pertama terlalu menegangkan bisa beralih ke orang ketiga tanpa kehilangan intensitas gameplay. Untuk menjaga kualitas, Capcom menciptakan animasi dan detail unik di tiap perspektif—misalnya, protagonis Grace Ashcroft yang bisa tersandung saat dikejar monster di kamera orang ketiga, menambah lapisan realisme sekaligus menjanjikan pengalaman berbeda tergantung pilihan sudut pandang pemain.















Discussion about this post