Meski Final Fantasy VII kerap mendominasi perhatian publik, pendahulunya yang dirilis pada 1994, Final Fantasy VI, masih dianggap sebagai “holy grail” oleh banyak penggemar lama seri ini. Judul tersebut menjadi fondasi estetika magitek dan memperkenalkan salah satu antagonis paling ikonik dalam sejarah gim, Kefka Palazzo.
Namun, apabila kisah Terra suatu hari mendapatkan adaptasi modern, proyek tersebut tampaknya tidak akan ditangani oleh sosok yang selama satu dekade terakhir memimpin rekonstruksi Midgar dan dunia Gaia.
Baca Juga: Review Octopath Traveler 0 – JRPG 100 Jam Yang Sangat Worth It!
Dalam wawancara terbaru dengan GamerBraves, sutradara trilogi Final Fantasy VII Remake, Naoki Hamaguchi, mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Final Fantasy VI.
Ia menjelaskan bahwa FFVI dan FFVII adalah dua judul yang ia kagumi sejak kecil dan menjadi sumber inspirasi utama yang mendorongnya menekuni dunia pengembangan gim. Menurutnya, kedua game tersebut berada di titik awal kreativitasnya sebagai kreator.

Meski memiliki kecintaan besar terhadap FFVI, Hamaguchi menegaskan bahwa hal tersebut tidak diterjemahkan ke dalam pengembangan trilogi FFVII Remake. Ia menilai bahwa karena proyek yang ia kerjakan berakar pada Final Fantasy VII, maka fokus kreatifnya harus sepenuhnya bertumpu pada game tersebut. Tujuannya adalah menggali dan menonjolkan kekuatan FFVII versi orisinal, sehingga ia tidak secara sadar memasukkan elemen-elemen dari FFVI ke dalam remake tersebut.
Lebih jauh, Hamaguchi juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan menyutradarai Final Fantasy VI Remake apabila proyek tersebut suatu hari terwujud. Setelah menghabiskan sekitar sepuluh tahun mengerjakan trilogi FFVII Remake hingga mendekati garis akhir, ia merasa lebih tepat untuk memberikan dukungan kepada kreator generasi muda daripada kembali menginvestasikan waktu yang sangat besar pada proyek remake lain.

Keputusan ini dinilai cukup wajar. Meski tim pengembang FFVII Remake mampu melakukan berbagai inovasi dari sisi gameplay, mereka tetap harus bekerja dalam batasan struktur dan narasi game aslinya. Batasan semacam itu, jika harus terus dipertahankan selama lebih dari satu dekade, berpotensi menjadi beban dalam proses kreatif jangka panjang.
Baca Juga: JRPG Underrated yang Jarang Dibahas tapi Wajib Dimainkan
Di sisi lain, remake Final Fantasy VI juga akan menghadirkan tantangan yang bahkan lebih besar dibanding FFVII Remake. Menghidupkan kembali total 14 karakter utama saja sudah merupakan pekerjaan besar, ditambah dengan kebutuhan memperluas cerita yang disajikan melalui perspektif banyak karakter untuk membangun narasi ansambel.

Meski demikian, seperti banyak penggemar lainnya, ada keinginan kuat untuk melihat paruh kedua game—World of Ruin—direalisasikan dalam format open-world dengan visual dan sistem gameplay modern, sebuah ambisi besar baik dari sisi teknis maupun naratif.
Baca Juga: Semua Kode Redeem Honkai Star Rail (HSR) Terbaru Januari 2026
Apa pun pandangan Hamaguchi terkait kemungkinan remake Final Fantasy VI, kecil kemungkinan informasi lebih lanjut akan muncul dalam waktu dekat. Dengan trilogi Final Fantasy VII Remake yang hampir mencapai tahap di mana penutupnya bisa diperlihatkan, serta ulang tahun ke-30 game orisinal yang akan tiba tahun depan, perhatian Square Enix tampaknya masih akan tertuju pada klimaks trilogi tersebut—yang dijanjikan akan menjadi penutup spektakuler, lengkap dengan eksplorasi udara menggunakan kapal Highwind.















Discussion about this post