Sebentar lagi tahun 2025 akan berganti. Tahun ini kita sudah disuguhkan banyak sekali game-game yang memberikan standar baru pada industri ini. Banyak sekali franchise legendaris muncul kembali hingga game-game indie memberikan kita pengalaman terbaik yang sangat terasa dinamis. Kita juga melihat bagaimana teknologi visual dari beberapa developer semakin immersive.
Nah kali ini, ReArchivu sudah banyak sekali memainkan game-game terbaik di tahun ini. Maka dari itu kami ReArchivu akan memberikan kalian list Game Terbaik di 2025 Versi ReArchivu.
Silent Hill f

Score: 10/10 (Review by Ignatius Wellson)
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC
Sebelumnya juga game ini sudah sempat kami review yang mendapatkan skor 10/10, kami juga menyebutnya sebagai game paling sempurna dengan sebutan “Misteri Bercampur Jadi Satu Dengan Psychological Horror Yang Membuat Kalian Frustasi dan Gila!”
Silent Hill f dinobatkan sebagai mahakarya horor tahun ini karena keberhasilannya memindahkan fokus teror psikologis ke latar Jepang era 1960-an yang unik dan estetik. Ditulis oleh Ryukishi07, game ini menawarkan horor yang tidak mengandalkan jumpscare murahan, melainkan kengerian yang tumbuh perlahan melalui visual bunga-bunga yang membusuk dan misteri supranatural yang mendalam. Atmosfernya yang mencekam dipadukan dengan desain suara yang luar biasa membuat pemain merasakan tekanan mental yang sama dengan karakter utamanya, mengukuhkan kembali posisi Silent Hill sebagai raja horor psikologis.
Jika kalian tertarik dengan gamenya dan ingin tahu pembahasan lebih lengkapnya, kalian dapat check bahasan review gamenya melalui artikel dan video berikut ini
Clair Obscur: Expedition 33

Score: 9/10 (Review by Ignatius Wellson)
Platform: Playstation 5, Xbox Series, dan PC
Sebelumnya juga game ini sudah sempat kami review yang mendapatkan skor 9/10, kami juga menyebutnya sebagai “JRPG Yang Penuh Twist & Gak Biasa”. Selain itu game ini juga memberikan kita pengalaman bermain yang sangat immersive dan pastinya engaging.
Pilihan pertama ada di Clair Obscur: Expedition 33, salah satu judul game baru dari mantan dev Ubisoft ini ternyata sukses membawa para fans ke dunia dark fantasy Perancis. Game ini sendiri juga memborong banyak sekali awards termasuk Game of The Year di acara Game Awards 2025.
Jika kalian tertarik dengan gamenya dan ingin tahu pembahasan lebih lengkapnya, kalian dapat check bahasan review gamenya melalui artikel dan video berikut ini
Baca Juga: Review Clair Obscur: Expedition 33 – Pengalaman Bermain JRPG Yang Sangat Segar dan Penuh Twist!
Hades II

Metacritic score: 95
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2
Sukses dengan seri pertamanya, Supergiant Games kembali lagi membawa sekuel Hades. Keberhasilan ini bukan hanya karena popularitas pendahulunya, tetapi karena Supergiant Games berhasil mengevolusi formula roguelike mereka menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dan kompleks.
Hades II menawarkan dua jalur utama turun ke kedalaman Underworld untuk menghadapi Chronos, atau naik ke Surface (permukaan) untuk membantu para Dewa Olympus. Ini secara efektif menggandakan jumlah area, musuh, dan bos dibandingkan seri sebelumnya. Cerita berfokus pada keluarga yang terpisah dan perjuangan melawan Titan Waktu (Chronos), memberikan urgensi emosional yang kuat.
Dialog pada Hades II antar karakter tetap berevolusi secara organik berdasarkan pencapaian atau kegagalan pemain, membuat dunia terasa “hidup”.
Hollow Knight: Silksong

Metacritic score: 90
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2
Silksong memegang rekor sebagai salah satu game paling ditunggu dalam sejarah industri indie. Jika Hades II menang karena eksekusi sekuel yang sempurna, Silksong menjadi fenomena karena antisipasi yang masif. Setiap acara besar (seperti Nintendo Direct atau Game Awards) selalu diwarnai harapan bahwa Team Cherry akan memberikan tanggal rilis pasti.
Dengan skor Metacritic di kisaran 91-92 (dan sempat menyentuh angka sempurna di beberapa publikasi awal), Silksong membuktikan bahwa waktu pengembangan yang lama digunakan Team Cherry untuk memoles setiap detail. Kritikus menyebutnya sebagai “evolusi sempurna” dari genre Metroidvania.
Blue Prince

Metacritic score: 92
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC
Karena keberaniannya merevolusi genre teka-teki melalui mekanisme arsitektur dinamis yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam game ini, pemain tidak sekadar menjelajahi bangunan, tetapi secara aktif “membangun” denah rumah misterius Mt. Hebron dengan memilih kartu ruangan setiap kali membuka pintu, menciptakan perpaduan jenius antara strategi roguelike dan deduksi logis.
Kualitasnya semakin menonjol berkat estetika visual mid-century modern yang memukau dan atmosfer misteri yang sangat kental, di mana setiap ruangan yang dipilih membawa konsekuensi terhadap ketersediaan sumber daya dan kemajuan narasi. Dengan tingkat kerumitan yang menantang kecerdasan namun tetap memberikan kepuasan emosional saat teka-teki terpecahkan, Blue Prince membuktikan bahwa inovasi desain yang segar dan berisiko dapat menghasilkan mahakarya yang setara dengan judul-judul besar di industri game.
Sonic Racing: CrossWorlds

Score: 9/10 (Review by Patrick Marcel)
Platform: Playstation 5, Playstation 4, Xbox One, Xbox Series, PC, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2
Sebelumnya juga game ini sudah sempat kami review yang mendapatkan skor 9/10, kami juga menyebutnya sebagai “Game Kart yang Gokil Abis!“
Berbeda dengan seri Team Sonic Racing yang hanya fokus pada karakter Sonic, Crossworld membawa mekanik lintas dimensi. Pemain tidak hanya balapan di dunia Sonic, tapi lintasan bisa berubah secara dinamis di tengah balapan—misalnya, dari jalanan Green Hill tiba-tiba berpindah ke distrik Kamurocho (Like a Dragon) atau dunia fantasi Phantasy Star.
Game ini menyempurnakan sistem dari Sonic & All-Stars Racing Transformed. Transformasi antara mobil, kapal laut, dan pesawat terasa jauh lebih mulus dan berdampak pada kontrol. Setiap karakter kini memiliki “Signature Move” unik yang bisa mengubah kondisi lintasan bagi lawan, menambah lapisan strategi yang sangat dalam.
Jika kalian tertarik dengan gamenya dan ingin tahu pembahasan lebih lengkapnya, kalian dapat check bahasan review gamenya melalui artikel.
Baca Juga: Review Sonic Racing: Crossworlds – Game Kart yang Gokil Abis!
Trails in the Sky 1st Chapter

Score: 9/10 (Review by Ignatius Wellson)
Platform: Playstation 5, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PC
Sebelumnya juga game ini sudah sempat kami review yang mendapatkan skor 9/10, kami juga menyebutnya sebagai game paling sempurna dengan sebutan “Kenangan Petualangan Yang Manis dan Game JRPG Terbaik Yang Belum Pernah Kalian Mainkan!”
Trails in the Sky the 1st (Remake) terpilih sebagai yang terbaik karena berhasil memberikan penghormatan tertinggi pada salah satu cerita RPG terbaik sepanjang masa dengan balutan teknologi modern. Perubahan grafis dari 2D ke 3D yang sangat detail namun tetap mempertahankan estetika aslinya memungkinkan pemain baru dan veteran merasakan kedalaman politik serta perkembangan karakter Estelle dan Joshua secara lebih intim. Kesetiaan Falcom dalam mempertahankan dialog yang sangat banyak dan sistem Orbment yang diperbarui menjadikan game ini standar emas bagi bagaimana sebuah remake seharusnya dilakukan.
Jika kalian tertarik dengan gamenya dan ingin tahu pembahasan lebih lengkapnya, kalian dapat check bahasan review gamenya melalui artikel dan video berikut ini
Donkey Kong Bonanza

Metacritic score: 91
Platform: Nintendo Switch 2
Donkey Kong Bonanza menjadi game platformer terbaik di tahun 2025 karena menghadirkan kreativitas murni dalam desain level yang penuh warna dan sangat menantang. Dengan kembalinya gaya permainan klasik yang dipadukan dengan mekanik baru seperti “Split Action”—di mana pemain harus membagi fokus untuk menyelesaikan teka-teki lingkungan secara sinkron—game ini menawarkan keseruan yang luar biasa baik dalam mode solo maupun co-op. Musik ikonik yang digubah ulang dan animasi karakter yang sangat ekspresif menjadikan game ini paket hiburan keluarga yang sempurna namun tetap memberikan tantangan bagi pemain hardcore.
Split Fiction

Metacritic score: 91
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC, Nintendo Switch 2
karena keberaniannya merombak total struktur narasi interaktif melalui teknologi “dual-path processing” yang memungkinkan dua alur cerita berjalan secara simultan dan saling memengaruhi secara real-time. Game ini tidak hanya menawarkan pilihan ganda biasa, tetapi memaksa pemain untuk mengelola dua realitas yang berbeda, di mana setiap tindakan kecil di satu dunia dapat memicu konsekuensi drastis dan tak terduga di dunia lainnya. Keunggulan utamanya terletak pada desain level yang sangat cerdas, di mana pemain harus memecahkan teka-teki lintas dimensi yang menuntut kreativitas tinggi dan pemikiran strategis. Dengan kualitas visual yang memukau dan transisi antar realitas yang tanpa hambatan (seamless), Splits Fiction memberikan pengalaman bermain yang benar-benar baru dan emosional, membuktikan bahwa inovasi mekanik yang dipadukan dengan penulisan skenario yang kompleks dapat menciptakan standar baru dalam industri game modern.
Death Stranding 2: On The Beach

Metacritic score: 89
Platform: Playstation 5
Keberanian Hideo Kojima dalam mendorong batas sinematik dan teknologi visual ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya di konsol. Game ini tidak hanya sekadar “simulator berjalan,” tetapi telah berevolusi menjadi sebuah epik fiksi ilmiah dengan sistem interaksi lingkungan yang jauh lebih kompleks dan narasi yang emosional. Kehadiran karakter baru yang diperankan oleh aktor papan atas serta peningkatan drastis pada mekanik pertempuran dan eksplorasi kendaraan membuat setiap perjalanan di dunianya terasa sangat berarti, menjadikannya standar baru untuk pengalaman immersive di tahun 2025
Monster Hunter Wilds

Metacritic score: 88
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC
Walaupun performa game ini di PC saat perilisan membuat darah tinggi naik, tapi tetap menjadi salah satu game Capcom dengan jumlah pemain paling banyak saat awal perilisan.
Monster Hunter Wilds berhasil membawa seri ini ke level imersi yang belum pernah dicapai sebelumnya melalui ekosistem yang dinamis dan hidup. Game ini memperkenalkan sistem cuaca ekstrem dan perubahan lingkungan real-time yang secara drastis mengubah perilaku monster serta strategi berburu, memberikan tantangan yang selalu segar bagi pemain.
Inovasi mekanik seperti Focus Mode untuk serangan presisi, kemampuan membawa dua senjata sekaligus menggunakan tunggangan Seikret, serta sistem luka (wound system) yang mendalam membuat pertempuran terasa lebih taktis dan memuaskan. Selain itu, integrasi fitur cross-play yang mulus dan dukungan Support Hunters (NPC) memastikan aksesibilitas bagi pemain solo maupun multiplayer. Dengan kualitas visual memukau yang ditenagai RE Engine dan narasi yang jauh lebih emosional dibandingkan seri sebelumnya, Capcom berhasil menciptakan mahakarya yang tidak hanya memuaskan penggemar veteran, tetapi juga menjadi gerbang sempurna bagi pemain baru di industri game modern.
Kingdom Come: Deliverance II

Metacritic score: 88
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC
Sekuel dari Warhorse Studio ini pada awal tahun kemarin masih membekas di kalangan para gamers.
Loncatan terbesar dari game pertama adalah pengenalan kota Kuttenberg. Kota ini adalah salah satu kota terkaya dan terbesar di Eropa pada abad ke-15 yang direkonstruksi dengan detail yang luar biasa. Berjalan di dalamnya terasa seperti masuk ke mesin waktu; kerumunan penduduk, pasar yang sibuk, hingga katedral yang megah memberikan skala “Open World” yang jauh lebih masif dibanding pendahulunya.
Kita tidak lagi bermain sebagai anak pandai besi yang naif. Di KCD 2, Henry telah menjadi ksatria yang lebih berpengalaman dalam perang saudara yang brutal. Ceritanya jauh lebih epik, melibatkan konspirasi raja-raja, namun tetap mempertahankan sisi kemanusiaan dan humor yang membuat kita jatuh cinta pada karakter Henry di game pertama.
Kingdom Come: Deliverance II adalah surat cinta bagi para pemain yang menginginkan RPG tanpa elemen fantasi (tanpa naga atau sihir), tetapi tetap terasa sangat epik.
Dispatch

Metacritic score: 87
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2
Game Dispatch karya AdHoc Studio menjadi fenomena luar biasa di tahun 2025 karena berhasil menghidupkan kembali genre naratif episodik dengan kualitas yang setara dengan serial televisi papan atas. Keberhasilannya didorong oleh narasi yang mendalam hasil racikan mantan pengembang Telltale Games, yang memadukan humor komedi situasi kantor dengan drama pahlawan super yang tulus.
Pemain tidak hanya disuguhkan pilihan dialog yang berat dan konsekuensi nyata, tetapi juga mekanisme manajemen tim yang unik di mana mereka berperan sebagai “dispatcher” yang mengatur pahlawan super eks-penjahat. Ditambah dengan kualitas visual animasi yang memukau serta performa suara bintang kelas atas seperti Aaron Paul dan para pemain Critical Role, Dispatch memberikan pengalaman emosional yang intens dan segar. Meski hadir sebagai pengembang indie, AdHoc Studio mampu menciptakan standar baru dalam penceritaan interaktif, menjadikannya salah satu game paling dipuji dan laris dengan penjualan jutaan kopi dalam waktu singkat di penghujung tahun 2025.
Metal Gear Solid Delta: Snake Eater

Score: 8/10 (Review by Michael Matthew)
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC
Dalam review tersebut, saya menjelaskan bahwa game ini merupakan “Remake Paling Aman Yang Pernah Ada!“, saya sendiri memberikan game ini di 8/10 memang tidak sempurna karena banyak sekali kekurangan dari performance Unreal Engine 5 yang sangat-sangat kacau, dan bahkan untuk selevel Unreal Engine 5 masih mempertahankan loading area.
Metal Gear Solid Delta: Snake Eater menjadi yang terbaik karena kemampuannya mempertahankan jiwa asli dari karya Hideo Kojima sambil memberikan pemutakhiran teknis yang masif. Penggunaan Unreal Engine 5 membuat hutan Tselinoyarsk terasa hidup dengan detail tekstur lumpur, luka yang bertahan di tubuh Snake, dan sistem kamuflase yang lebih realistis. Dengan mempertahankan akting suara aslinya yang mungkin sebenernya Konami bisa melakukan rekaman ulang terhadap aktor-aktor yang lain, namun memperbaiki kontrol agar lebih responsif terhadap standar game modern, Konami sukses memberikan pengalaman bertahan hidup yang tak tertandingi tanpa merusak warisan sejarahnya.
Jika kalian tertarik dengan gamenya dan ingin tahu pembahasan lebih lengkapnya, kalian dapat check bahasan review gamenya melalui artikel dan video berikut ini
Baca Juga: Review Metal Gear Solid Delta: Snake Eater – Remake Paling Aman Yang Pernah Ada!
Dynasty Warriors Origins

Score: 8/10 (Review by Ignatius Wellson)
Platform: Playstation 5, Xbox Series, PC
Sebelumnya juga game ini sudah sempat kami review yang mendapatkan skor 8/10, kami juga menyebutnya sebagai game paling sempurna dengan sebutan “Dynasty Warriors is Back!” walaupun memang dari segi kustomisasi karakter tidak ada dan sedikitnya karakter pendukung, game ini jadi ajang Redemption dari Koei Tecmo.
Setelah kehilangan arah dengan Dynasty Warriors 9. Dynasty Warriors Origins dipuji sebagai kebangkitan seri legendaris ini karena kembali ke akar pertempuran taktis berskala besar dengan jumlah pasukan yang jauh lebih masif di layar. Game ini meninggalkan elemen open-world yang kurang berhasil di masa lalu dan fokus pada intensitas medan perang, di mana pemain benar-benar merasa seperti seorang jenderal yang harus mengatur strategi pasukan di tengah ribuan musuh. Narasi yang lebih personal melalui karakter protagonis tak bernama memberikan perspektif baru pada kisah Three Kingdoms, menjadikannya game musou paling memuaskan dan strategis yang pernah dibuat.
Jika kalian tertarik dengan gamenya dan ingin tahu pembahasan lebih lengkapnya, kalian dapat check bahasan review gamenya melalui artikel dan video berikut ini
Baca Juga: Review Dynasty Warriors Origins – Dynasty Warriors is Back!
Jadi bagaimana menurut kalian ? game apa yang menjadi absolute favorit kalian pada tahun ini ? kasih tau kami di kolom komentar yah!
Jika kalian suka dengan artikel seperti ini, kalian dapat melihat artikel kami lainnya disini.















Discussion about this post