ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Gamebiz

Microsoft Digugat Dua Gamer Terkait Praktik Antimonopoli Bersama Valve

Gugatan hukum baru dilayangkan kepada Microsoft karena tuduhan kartel digital bersama Valve.

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
June 5, 2026
in Gamebiz, Game, News, PC, Xbox
Microsoft Digugat Dua Gamer Terkait Praktik Antimonopoli Bersama Valve

Dua orang gamer dilaporkan menuntut Microsoft atas dugaan praktik antipersaingan yang melibatkan Valve. Max Rockman dan Randall Moring mengajukan usulan gugatan kelompok di pengadilan Washington pada hari Minggu kemarin, menuduh bahwa Microsoft menerima kesepakatan komisi rahasia dari Valve “sebagai imbalan karena setuju untuk tidak bersaing dengan Steam.”

“Tanpa kerja sama dari beberapa perusahaan game PC terbesar di dunia, Steam tidak akan bisa mencapai dan mempertahankan dominasi yang telah dinikmatinya selama setidaknya satu dekade terakhir. Microsoft adalah salah satu dari perusahaan tersebut.”

Dalam dokumen keluhan yang diperoleh oleh media Aftermath, Rockman dan Moring mengeklaim bahwa Microsoft dan Valve memiliki kesepakatan rahasia terkait tanggal rilis dan harga game.

Baca Juga

Kazuyuki Yamai Berharap Seri Raidou Kuzunoha Akan Tetap Berlanjut Kedepannya

Kazuyuki Yamai Berharap Seri Raidou Kuzunoha Akan Tetap Berlanjut Kedepannya

June 16, 2025
Marvel Tōkon: Fighting Souls Tak Ingin Sekadar Menyamai Marvel vs. Capcom, Tapi Lebih Baik

Marvel Tōkon: Fighting Souls Tak Ingin Sekadar Menyamai Marvel vs. Capcom, Tapi Lebih Baik

August 13, 2025
XBOX dan AMD Umumkan Kerjasama Untuk Beragam Perangkat Termasuk Konsol XBOX Generasi Selanjutnya.

XBOX dan AMD Umumkan Kerjasama Untuk Beragam Perangkat Termasuk Konsol XBOX Generasi Selanjutnya.

June 18, 2025
Demi The Elder Scrolls 6, Bethesda Berbenah Creation Engine Agar Lebih Baik Dari Starfield

Demi The Elder Scrolls 6, Bethesda Berbenah Creation Engine Agar Lebih Baik Dari Starfield

March 18, 2026

Kesepakatan tersebut dinilai mematikan persaingan sehat dan memberi beban besar kepada “gamer biasa,” yang akhirnya harus membayar harga lebih tinggi dari yang seharusnya, serta menderita akibat penurunan pilihan dan kualitas game. Menariknya topik serupa namun dalam konteks yang tidak berhubungan juga sempat dilaporkan oleh Bloomberg dalam laporan mereka tempo hari, detail lengkapnya dapat kalian check di sini.

Riwayat Konflik Hukum dengan Valve

Microsoft Digugat Dua Gamer Terkait Praktik Antimonopoli Bersama Valve

Kembali kepada topik ini, para pengacara penggugat mencakup firma hukum Bucher Law, yang merupakan salah satu firma yang sempat mengupayakan arbitrase massal melawan Valve pada tahun 2023 dan 2024. Valve sempat menuntut balik firma hukum tersebut atas tuduhan gangguan yang merugikan dan “pemerasan.” Kasus tersebut akhirnya ditolak oleh pengadilan pada September 2025. Sejak saat itu, Valve telah menghapus klausul arbitrase dari perjanjian penggunanya.

Kedua gamer tersebut menyatakan bahwa Microsoft dan Valve sebenarnya sudah pernah “mengakui” perilaku semacam ini. Mereka mengutip gugatan hukum yang sedang berjalan, Valve Corporation v. Thomas Abbruzzese et al., di mana Valve mencoba untuk membatalkan putusan arbitrase.

Dalam salah satu dokumen yang diajukan oleh Valve sendiri dalam kasus tersebut, perusahaan merujuk pada sidang arbitrase tahun 2011 di mana seorang arbiter menyatakan bahwa sebuah klausul dalam perjanjian distribusi antara Valve dan Microsoft merupakan “penetapan harga horizontal yang melanggar hukum”.

Valve sendiri tidak setuju dengan keputusan tersebut dan menguraikan alasannya dalam dokumen yang diajukan pada bulan Mei—khususnya, bahwa arbiter tidak mengikuti aturan hukum dan bahwa perjanjian tersebut hanya berdampak pada penetapan harga Microsoft untuk game-game miliknya sendiri.

Bocoran Email Internal Microsoft

Para gamer ini juga mengutip dokumen pengadilan dari kasus Wolfire v. Valve Corporation yang hingga kini masih bergulir (kasus di mana dua studio pengembang menuntut Valve atas potongan komisi 30%). Dokumen tersebut disusun oleh seorang ekonom bernama Steven Schwartz untuk mendukung kedua studio tersebut. Rockman dan Moring merujuk pada sebuah email dari seorang karyawan Microsoft yang dikutip Schwartz dalam laporan tersebut pada Agustus 2024:

“Perjanjian penerbitan Steam secara historis telah mewajibkan adanya kesetaraan produk dan harga. Ketika saya memeriksanya sebelum masa Age:DE [kemungkinan besar Age of Empires: Definitive Edition] beberapa tahun lalu, saya mendapati bahwa kita bisa menjual dengan harga berapa pun yang kita inginkan sebelum rilis di Steam. Namun, begitu kita merilisnya di Steam, kita harus memberikan kesetaraan harga Steam dengan saluran digital kita yang lain. Dalam kasus perilisan bersamaan [Gears of War 5] di Steam/Windows Store, saya berasumsi Steam menuntut agar Anda tidak memasang harga lebih rendah dari mereka begitu game dirilis di Steam.”

Ada pula email lain dalam laporan ahli tersebut yang memperlihatkan percakapan antar-karyawan Microsoft mengenai Valve:

“Salah satu karyawan bertanya apakah Steam mewajibkan kesetaraan harga, dan sebagai tanggapan, karyawan Microsoft lainnya menjawab, ‘Ya – mereka benar-benar mewajibkannya… Itu tidak tercantum secara formal dalam dokumentasi di Steamworks, tetapi selalu disampaikan secara langsung [tatap muka].’“

Tuduhan Adanya “Kartel” Digital

Microsoft Digugat Dua Gamer Terkait Praktik Antimonopoli Bersama Valve

Meskipun dokumen keluhan ini belum menyertakan bukti fisik yang kuat untuk tuduhan kickback tersebut, Rockman dan Moring menafsirkan email-email di atas sebagai bukti bahwa jika Microsoft menurunkan harga salah satu gamenya di platform mereka sendiri (Xbox/Windows Store), mereka dipaksa untuk menurunkan harganya juga di Steam.

Mereka berargumen bahwa kesepakatan semacam ini ilegal di bawah Undang-Undang Sherman (Sherman Act), dan menyatakan bahwa “kolusi antar-kompetitor adalah kejahatan tertinggi dari antimonopoli.” Selain itu, mereka menuduh Microsoft dan Valve sengaja menyembunyikan kesepakatan tersebut dari publik.

“Pada efeknya, Microsoft dan Valve adalah mitra dalam sebuah kartel yang menguasai pasar distribusi game PC,” tulis mereka. “Dengan memilih untuk berkolusi alih-alih bersaing, Microsoft merampas hak konsumen untuk mendapatkan keuntungan dari persaingan sehat: harga yang lebih rendah, peningkatan produksi, pilihan konten yang unik, dan kualitas yang lebih tinggi. Konsumen seperti pihak Penggugat dirugikan karena dikenakan biaya berlebih (overcharged) saat membeli game PC akibat dari praktik antipersaingan ini.”

Melalui gugatan ini, Rockman dan Moring meminta pengadilan untuk memberikan status gugatan kelompok, yang berarti gamer lain yang merasa dirugikan bisa ikut bergabung dalam tuntutan ini. Mereka menuduh Valve dan Microsoft telah melanggar Sherman Act (undang-undang antimonopoli AS) serta Washington Consumer Protection Act (Undang-Undang Perlindungan Konsumen Washington).

Tags: Berita GameMax Rockman & Randall Moring v. Microsoft Corporation.MicrosoftValve
Share130Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.