Walau mungkin fandom akan terus berdebat mengenai game terbaru di seri ini, Silent Hill f, tetapi perlu diakui setidaknya game tersebut telah membawa seri ini ke arah yang sangat berbeda, dengan gameplay yang lebih berfokus pada action, latar Jepang, dan pendekatan baru dalam penulisan karakter.
Baca Juga: JRPG Terbaik Sepanjang Masa Yang Mendefinisikan Generasinya dan Masih Berpengaruh Hari Ini
Sebagai proyek kolaborasi antara Konami, NeoBards Entertainment, dan 07th Expansion, entri Silent Hill terbaru ini mendapat sambutan positif berkat gameplay serta pendekatan cerita yang inovatif dalam konteks keseluruhan seri.
Kamipun sebelumnya telah sempat memainkan game ini, dan dalam review kami, Silent Hill f mendapatkan nilai 10/10. Jika kalian tertarik dan ingin tahu seperti apa pengalaman yang dibawakan oleh Silent Hill f, kalian dapat check review terbaru dari kami berikut ini
Berbicara tentang penciptaan tema, bagaimana merealisasikannya dalam Silent Hill f, hingga keputusan berani untuk menunjuk kreator visual novel Ryukishi07 sebagai penulisnya, produser seri Motoi Okamato sempat ngobrol dengan Famitsu.
Dengan cara yang unik, ia menggunakan metafora ramen untuk menggambarkan dua gaya tersebut—menyebutnya sebagai ramen shoyu dan ramen tonkotsu.
“Bahkan selama pengembangan game, saya sering berpikir… bagaimana gaya karakterisasi Ryukishi07 yang sangat manga—seperti ramen tonkotsu yang kaya rasa—akan menyatu dengan Silent Hill yang beraroma shoyu? Akan jadi rasa seperti apa? Ada banyak hal yang tak terduga, dan masa itu cukup berat bagi saya sebagai produser. Jika karakternya terlalu ‘manga’, ceritanya bisa menyimpang jauh dari Silent Hill. Tapi jika dialog dan karakternya terlalu seperti ‘live action’, ada risiko kehilangan ciri khas Ryukishi07.”
Okamoto membandingkan seri Silent Hill dengan ramen shoyu, ramen dengan kuah bening bercita rasa kecap asin dan memiliki karakter yang sederhana namun dalam. Sebaliknya, ramen tonkotsu yang ia kaitkan dengan gaya Ryukishi07 memiliki kuah keruh yang kental dan kaya lemak, hasil dari tulang babi yang direbus lama.
Game Silent Hill klasik memiliki kedalaman, namun pendekatan karakter dan naratifnya lebih membumi—ciri khas horor psikologis. Sementara itu, gaya penulisan Ryukishi07 sangat berfokus pada karakter, intens, dan penuh drama.

Apalagi tak lupa keduanya datang dari 2 genre yang berbeda walau masih relevan, Silent Hill seperti yang sebelumnya disebutkan adalah game horror yang selalu dikenal mengusung horror psikologis, sedangkan Ryukishi07 dikenal melalui karya karyanya yang bergenre misteri.

Menyatukan dua karakteristik berbeda tersebut bukan hal mudah, namun menurut Okamoto, justru perpaduan itulah yang menghidupkan Silent Hill f, dan sejujurnya jika boleh berpendapat saya merasakan hal yang sama dengan pendapat Okamoto tersebut
“Saat mencoba menyeimbangkan dua elemen yang bertolak belakang itu, saya menemukan banyak hal baru. Saya percaya bahwa keseimbangan ajaib tersebut membantu kami menghadirkan rasa baru yang tidak pernah ada dalam seri terdahulu—melalui karakter seperti Hinako, Sakuko, Rinko, Shu, dan Fox Mask.”
Syukurlah, berbagai keputusan berani yang dibuat tim selama pengembangan—baik dalam memberi sentuhan baru pada seri horor klasik maupun menjaga inti identitasnya—ternyata menjadi resep sukses.

Menurut Okamoto, pendekatan naratif baru yang ditulis oleh Ryukishi07 membuka potensi viral, terlihat dari banyaknya teori penggemar, meme, dan fanart yang beredar di internet, meningkatkan popularitas game dan memperkuat kehadirannya secara online.
Namun, ia menegaskan bahwa seri Silent Hill akan terus berkembang. Judul-judul mendatang tidak harus mengikuti formula Silent Hill f, dan Okamoto berharap setiap entri baru bisa menghadirkan “rasa baru” yang berbeda untuk franchise ini.
Baca Juga: Judul Judul Dalam Seri Silent Hill Mendatang Akan Terus Bereksperimen Untuk Mencoba Formula Baru
Meski masih terlalu awal untuk membahas game seri berikutnya, akan sangat menarik menantikan apa yang Konami siapkan untuk masa depan Silent Hill.














Discussion about this post