ReArchivu
DUKUNG KAMI
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video
No Result
View All Result
ReArchivu
No Result
View All Result
Home Game

Silent Hill f Unik Karena Sentuhan Dramatis Ryukishi07, Ibarat Seperti Tonkotsu Ramen Dicampur Shoyu Ramen.

Ignatius Wellson Theja SukrisnobyIgnatius Wellson Theja Sukrisno
December 2, 2025
in Game, News, PC, PlayStation, Xbox

Walau mungkin fandom akan terus berdebat mengenai game terbaru di seri ini, Silent Hill f, tetapi perlu diakui setidaknya game tersebut telah membawa seri ini ke arah yang sangat berbeda, dengan gameplay yang lebih berfokus pada action, latar Jepang, dan pendekatan baru dalam penulisan karakter.

Baca Juga: JRPG Terbaik Sepanjang Masa Yang Mendefinisikan Generasinya dan Masih Berpengaruh Hari Ini

Sebagai proyek kolaborasi antara Konami, NeoBards Entertainment, dan 07th Expansion, entri Silent Hill terbaru ini mendapat sambutan positif berkat gameplay serta pendekatan cerita yang inovatif dalam konteks keseluruhan seri.

Baca Juga

DRAGON BALL: Sparking! ZERO Umumkan DLC Besar dan Mode Klasik “Misi 100”

DRAGON BALL: Sparking! ZERO Umumkan DLC Besar dan Mode Klasik “Misi 100”

January 28, 2026
Wawancara Spesial Bersama Para Pengisi Suara Legendaris Untuk Yakuza 0 Director’s Cut

Wawancara Spesial Bersama Para Pengisi Suara Legendaris Untuk Yakuza 0 Director’s Cut

June 2, 2025
Sutradara FF7 Rebirth Katakan Clair Obscur: Expedition 33 Adalah Game of the Year 2025

Sutradara FF7 Rebirth Katakan Clair Obscur: Expedition 33 Adalah Game of the Year 2025

October 30, 2025
SHINOBI: Art of Vengeance Merilis Behind The Game: Story dan Perkenalkan 3 Lainnya!

SHINOBI: Art of Vengeance Merilis Behind The Game: Story dan Perkenalkan 3 Lainnya!

August 4, 2025

Kamipun sebelumnya telah sempat memainkan game ini, dan dalam review kami, Silent Hill f mendapatkan nilai 10/10. Jika kalian tertarik dan ingin tahu seperti apa pengalaman yang dibawakan oleh Silent Hill f, kalian dapat check review terbaru dari kami berikut ini

Baca Juga: Review Silent Hill f – Misteri Bercampur Jadi Satu Dengan Psychological Horror Yang Membuat Kalian Frustasi dan Gila!

Berbicara tentang penciptaan tema, bagaimana merealisasikannya dalam Silent Hill f, hingga keputusan berani untuk menunjuk kreator visual novel Ryukishi07 sebagai penulisnya, produser seri Motoi Okamato sempat ngobrol dengan Famitsu.

Dengan cara yang unik, ia menggunakan metafora ramen untuk menggambarkan dua gaya tersebut—menyebutnya sebagai ramen shoyu dan ramen tonkotsu.

“Bahkan selama pengembangan game, saya sering berpikir… bagaimana gaya karakterisasi Ryukishi07 yang sangat manga—seperti ramen tonkotsu yang kaya rasa—akan menyatu dengan Silent Hill yang beraroma shoyu? Akan jadi rasa seperti apa? Ada banyak hal yang tak terduga, dan masa itu cukup berat bagi saya sebagai produser. Jika karakternya terlalu ‘manga’, ceritanya bisa menyimpang jauh dari Silent Hill. Tapi jika dialog dan karakternya terlalu seperti ‘live action’, ada risiko kehilangan ciri khas Ryukishi07.”

Okamoto membandingkan seri Silent Hill dengan ramen shoyu, ramen dengan kuah bening bercita rasa kecap asin dan memiliki karakter yang sederhana namun dalam. Sebaliknya, ramen tonkotsu yang ia kaitkan dengan gaya Ryukishi07 memiliki kuah keruh yang kental dan kaya lemak, hasil dari tulang babi yang direbus lama.

Game Silent Hill klasik memiliki kedalaman, namun pendekatan karakter dan naratifnya lebih membumi—ciri khas horor psikologis. Sementara itu, gaya penulisan Ryukishi07 sangat berfokus pada karakter, intens, dan penuh drama.

Apalagi tak lupa keduanya datang dari 2 genre yang berbeda walau masih relevan, Silent Hill seperti yang sebelumnya disebutkan adalah game horror yang selalu dikenal mengusung horror psikologis, sedangkan Ryukishi07 dikenal melalui karya karyanya yang bergenre misteri.

Menyatukan dua karakteristik berbeda tersebut bukan hal mudah, namun menurut Okamoto, justru perpaduan itulah yang menghidupkan Silent Hill f, dan sejujurnya jika boleh berpendapat saya merasakan hal yang sama dengan pendapat Okamoto tersebut

“Saat mencoba menyeimbangkan dua elemen yang bertolak belakang itu, saya menemukan banyak hal baru. Saya percaya bahwa keseimbangan ajaib tersebut membantu kami menghadirkan rasa baru yang tidak pernah ada dalam seri terdahulu—melalui karakter seperti Hinako, Sakuko, Rinko, Shu, dan Fox Mask.”

Syukurlah, berbagai keputusan berani yang dibuat tim selama pengembangan—baik dalam memberi sentuhan baru pada seri horor klasik maupun menjaga inti identitasnya—ternyata menjadi resep sukses.

Menurut Okamoto, pendekatan naratif baru yang ditulis oleh Ryukishi07 membuka potensi viral, terlihat dari banyaknya teori penggemar, meme, dan fanart yang beredar di internet, meningkatkan popularitas game dan memperkuat kehadirannya secara online.

Namun, ia menegaskan bahwa seri Silent Hill akan terus berkembang. Judul-judul mendatang tidak harus mengikuti formula Silent Hill f, dan Okamoto berharap setiap entri baru bisa menghadirkan “rasa baru” yang berbeda untuk franchise ini.

Baca Juga: Judul Judul Dalam Seri Silent Hill Mendatang Akan Terus Bereksperimen Untuk Mencoba Formula Baru

Meski masih terlalu awal untuk membahas game seri berikutnya, akan sangat menarik menantikan apa yang Konami siapkan untuk masa depan Silent Hill.

Tags: Berita GameRyukishi07Silent HillSIlent Hill f
Share130Tweet82ShareShare
Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Ignatius Wellson Theja Sukrisno

Connoisseur of everything nerdy! I mostly talk about RPG games but i also talk about other things. Di luar jurnalisme saya juga adalah seorang multimedia designer, mulai dari mengkomposisikan gambar bergerak hingga video. Saat ini saya fokus dalam studi saya di Sastra Jepang. For inquiry contact me at: [email protected]

Baca Selanjutnya

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill
News

Ingin Berikan Kebebasan ke Studio yang Bermitra, Konami Akui Tidak Punya Kitab Suci Silent Hill

byFransiskus Sukardi Ruata
August 1, 2026
0

Kitab suci Silent Hill? Produser Motoi Okamoto ungkap alasan Konami sengaja tak buat pedoman baku — plus bocoran lain soal Silent Hill: Townfall.

Read moreDetails
Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

Semakin Kuat di PC, Penjualan Seri Final Fantasy VII Remake Diklaim Lebih Baik dari yang Diharapkan Square Enix!

August 1, 2026
SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

SWORD OF JUSTICE Rilis Season 1.3.1

August 1, 2026
LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

LEGO Party! Sudah Tersedia di Switch 2

August 1, 2026
SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

SHIFT UP Dikritik Karena Gunakan AI untuk MV Stellar Blade: BLOOD RAIN

July 31, 2026

Discussion about this post

We Are Social!

Pilihan Editor

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

Review Echoes of Aincrad – Potensi Serba Terbatas

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

35 Game Baru di Bulan Agustus 2026

July 29, 2026
Review Granblue Fantasy: Relink - Endless Ragnarok - 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Review Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok – 2 Tahun Setelah Perilisan, Apa Saja yang Baru? Masih Worth It?

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

Nostalgia Game Adaptasi Film Paling Ikonik: Dari The Warriors hingga King Kong

July 17, 2026
Review Assassin's Creed Black Flag Resynced - Lebih Mirip "Patch Besar" daripada Remake

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Lebih Mirip “Patch Besar” daripada Remake

ArchivExpose Asbak - Sekawan UI, Adam Style, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

ArchivExpose Asbak – Sekawan UI, “Adam Style”, Variasi Hantu Indonesia, Trendsetter Game Aksi 2D, Steam, dan Rencana Early Access

July 7, 2026
ReArchivu

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Review
  • Privacy Policy

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Game
    • Platform
      • PC
      • PlayStation
      • Nintendo
      • Xbox
      • Mobile
    • JRPG
    • Game Indie
    • Game Retro
    • Game Lokal
    • Gamebiz
  • Review
    • Review Game
  • Pilihan Editor
    • Eksklusif
    • Interview
    • Essay
    • ReArchivu List
    • Panduan
  • Pop Culture
    • Animanga
    • Music
    • Film
  • Video

© 2024-2026 ReArchivu - All Rights Reserved.