Konatsu Kato, aktris asal Jepang yang memerankan karakter utama Silent Hill f, Hinako Shimizu, mengungkap pengalaman emosional yang begitu intens selama proses penggarapan game tersebut hingga membuatnya “hampir kehilangan pegangan pada kenyataan.”
Kami sendiri telah memainkan game ini sebelumnya dan jika kalian ingin tahu betapa intensnya pengalaman emosional dalam Silent Hill f yang menguras kewarasan kalian dapat meliaht review kami berikut ini:
Dalam wawancara terbaru dengan Famitsu, Kato mengatakan bahwa sebagian besar pengalamannya saat proses rekaman kini terasa kabur, bahkan ia hanya mampu mengingat “fragmen-fragmen” dari perannya.

Menurut Kato, memerankan Hinako bukan sekadar pekerjaan akting biasa. Ia harus menjalani proses perekaman suara dan motion capture dalam berbagai versi alur cerita, terutama karena Silent Hill f menghadirkan elemen bercabang yang memengaruhi emosi karakter. “Semakin jauh cerita berkembang, semakin sulit membedakan antara aku sendiri dan Hinako,” ujarnya. Ia bahkan mengaku sempat menangis tanpa sadar saat proses rekaman berlangsung, seolah benar-benar mengalami penderitaan karakter tersebut.
Kato menjelaskan bahwa selama proses pengambilan suara untuk cabang-cabang cerita, ia sering kali merasa bingung tentang realitas dan peran yang ia jalani. “Kadang aku tidak tahu apakah aku sedang berbicara sebagai Hinako, atau hanya sebagai diriku sendiri,” katanya. Pengalaman itu membuatnya kehilangan orientasi hingga sulit membedakan batas antara kehidupan nyata dan dunia Silent Hill.
“Ada kalanya saya menangis tanpa memikirkan apa pun. Semakin banyak waktu yang saya habiskan untuk menghadapi Hinako, semakin besar kebingungan saya. Saya ingat ada hari-hari di mana saya merasa seperti akan gila.”
Meski mengakui beratnya proses tersebut, Kato tetap menunjukkan rasa hormat dan kekaguman terhadap karakter Hinako. Ia menyebut Hinako sebagai sosok yang kuat dan kompleks meskipun masih berstatus pelajar sekolah menengah. Namun, Kato juga mengaku tidak ingin “bertemu” langsung dengan Hinako di dunia nyata, karena merasa pengalaman itu bisa membuatnya benar-benar kehilangan jati diri.
Pengakuan Kato memberi gambaran seberapa mendalam proses akting yang dijalani oleh para pengisi suara dan pemeran motion capture dalam game modern. Silent Hill f sendiri merupakan entri terbaru dalam seri legendaris Silent Hill, yang dikenal karena tema psikologisnya yang kelam dan atmosfernya yang menekan. Game ini dirilis untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan PC, dan menjadi bab baru dalam franchise horor yang kini mulai bangkit kembali setelah bertahun-tahun vakum.
Tentang Silent Hill f

Silent Hill f adalah game horor psikologis terbaru dalam seri legendaris Silent Hill milik Konami, yang menjadi salah satu kebangkitan besar waralaba ini setelah bertahun-tahun vakum. Game ini pertama kali diumumkan pada tahun 2022 dan menjadi sorotan karena mengambil pendekatan yang sangat berbeda dari seri sebelumnya — baik dari segi latar, tema, maupun arah artistik.
Berbeda dari game-game Silent Hill sebelumnya yang berlatar di kota fiktif Amerika, Silent Hill f mengambil setting di Jepang era 1960-an, menjadikannya prekuel spiritual dari seluruh seri. Game ini ditulis oleh Ryūkishi07, kreator terkenal di balik novel visual horor psikologis seperti Higurashi When They Cry dan Umineko When They Cry. Karena itu, pemain bisa mengharapkan narasi yang kompleks, emosional, dan penuh misteri psikologis yang mengusik batin.
Ceritanya berfokus pada Hinako Shimizu, seorang siswi SMA yang hidup dalam masyarakat tradisional Jepang yang sedang berubah. Ia terlibat dalam serangkaian kejadian supernatural yang menakutkan, di mana dunia di sekitarnya perlahan membusuk dan dipenuhi jamur merah (fungus) misterius yang menelan segalanya. Tema utama game ini menggambarkan keindahan sekaligus kehancuran, dengan horor yang lebih bersifat emosional dan simbolik ketimbang sekadar “jump scare”.















Discussion about this post